Senin, 24 Agustus 2015

Sejarah Kupatan di Bulan sya'ban



SEJARAH KUPATAN DI BULAN SYA’BAN
 
            Sering kita jumpai di waktu datangnya bulan sya’ban, masyarakat di sekitar kita selalu mengerjakan amaliyah-amaliyah, dimana di samping mengerjakan amaliyah-amaliyah, masyarak di sekitar kita juga berbondong-bondong untuk datang ke musholla atau masjid dengan membawa makanan yang mereka sebut dengan kupat atau dalam bahasa indonesia ialah ketupat. Namun, sebelum makan ketupat biasanya masyarakat yang berkumpul melakukan beberapa amaliyah yakni dengan membaca salah satu surat dalam Al-qur’an yaitu surat Yasin.
            Sementara itu, dipilihnya ketupat itu sendiri karena ketupat memiliki makna khusus bagi masyarakat. ketupat merupakan salah satu ajaran yang di bawakan oleh Sunan Kalijaga untuk masyarakat di tanah jawa. Kupat sendiri dalam bahasa jawa merupakan kepanjangan dari Ngaku Lepat atau dalam bahasa indonesia adalah mengakui kesalahan. Sehingga masyarakat menggunakan kupat tidak hanya untuk dimakan tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama karena kupat sendiri memiliki arti mengakui kesalahan atau bisa di artikan sebagai pertanda dengan adanya kupat tentu setiap orang sudah mengakui kesalahan masing-masing, Sehingga tidak ada lagi saling membenci antar sesama dan saling mempererat tali persaudaraan.
            Dan dipilihnya bulan Sya’ban karena menurut beberapa ulama’ di malam bulan sya’ban, Allah SWT mengangkat amaliyah-amaliyah manusia yang telah diperbuat. Serta masih banyak lagi fadhilah/keutamaan di bulan sya’ban. Maka dimalam bulan sya’ban dinilai sebagai waktu yang pas untuk melaksanakan amalan-amalan yang salah satunya adalah shodaqoh Kupat yang sering disebut kupatan sya’ban. 

Itulah sekelumit cerita mengenai mengenai sejarah tentang Kupatan sya’ban, semoga ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat...

0 komentar:

Posting Komentar