SEJARAH KUPATAN DI BULAN SYA’BAN

Sering kita jumpai di waktu
datangnya bulan sya’ban, masyarakat di sekitar kita selalu mengerjakan
amaliyah-amaliyah, dimana di samping mengerjakan amaliyah-amaliyah, masyarak di
sekitar kita juga berbondong-bondong untuk datang ke musholla atau masjid dengan
membawa makanan yang mereka sebut dengan kupat atau dalam bahasa indonesia
ialah ketupat. Namun, sebelum makan ketupat biasanya masyarakat yang berkumpul
melakukan beberapa amaliyah yakni dengan membaca salah satu surat dalam
Al-qur’an yaitu surat Yasin.
Sementara itu, dipilihnya ketupat
itu sendiri karena ketupat memiliki makna khusus bagi masyarakat. ketupat
merupakan salah satu ajaran yang di bawakan oleh Sunan Kalijaga untuk
masyarakat di tanah jawa. Kupat sendiri dalam bahasa jawa merupakan kepanjangan
dari Ngaku Lepat atau dalam bahasa indonesia adalah mengakui kesalahan.
Sehingga masyarakat menggunakan kupat tidak hanya untuk dimakan tetapi juga
untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama karena kupat sendiri memiliki
arti mengakui kesalahan atau bisa di artikan sebagai pertanda dengan adanya
kupat tentu setiap orang sudah mengakui kesalahan masing-masing, Sehingga tidak
ada lagi saling membenci antar sesama dan saling mempererat tali persaudaraan.
Dan dipilihnya bulan Sya’ban karena
menurut beberapa ulama’ di malam bulan sya’ban, Allah SWT mengangkat
amaliyah-amaliyah manusia yang telah diperbuat. Serta masih banyak lagi
fadhilah/keutamaan di bulan sya’ban. Maka dimalam bulan sya’ban dinilai sebagai
waktu yang pas untuk melaksanakan amalan-amalan yang salah satunya adalah
shodaqoh Kupat yang sering disebut kupatan sya’ban.
Itulah
sekelumit cerita mengenai mengenai sejarah tentang Kupatan sya’ban, semoga ini
bisa menjadi informasi yang bermanfaat...






0 komentar:
Posting Komentar