Minggu, 08 November 2015
Rabu, 30 September 2015
TEKS BERITA
"Pramuka SMKN 1 Lantik Bantara Laksana di Tuban"
Sesuai
program kerja yang telah disusun, maka pada hari Sabtu dan Minggu, 16-17 Mei
2015, Pramuka Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro melaksanakan
ujian sekaligus pelantikan bagi Bantara dan Laksana Penegak. Proses ujian dan
pelantikan tersebut dilaksanakan di beberapa titik tempat yang berbeda, yaitu
di SMKN 1 Bojonegoro, di Sendang Maibit Kecamatan Rengel Tuban, di Tunjungan,
Desa Gununganyar Kecamatan Soko dan pelantikan di Puncak Bulung, Desa Nguruhan,
Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB dengan kegiatan pendirian tenda di SMKN 1 Bojonegoro. Dilanjutkan perjalanan dengan kendaraan menuju Sendang Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Sekitar pukul 09.00 WIB peserta sampai di Sendang Maibit dan langsung menjalai beberapa ujian yang menjadi persyaratan untuk dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak.
Setelah lewat tengah hari peserta wajib menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.Rute yang dilalui cukup sulit dan terjal.Peserta dihadapkan pada tantangan bahwa perjalanan mereka tanpa petunjuk apapun, kecuali peta buta.Adapun long march yang ditempuh tersebut dilanjutkan lagi menuju puncak Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Akhirnya setelah proses long march selama hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para peserta mampu mencapai Puncak Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus tempat pelantikan. Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan ujian dan dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN 1 Bojonegoro.
Pelantikan sendiri berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat. Tepat diiringi senja yang mulai datang, di bawah gagahnya kibaran bendera Merah Putih, ditambah deru angin kencang, di atas bukit, jadilah para peserta dilantik sebagai Pramuka Bantar dan Laksana Penegak.
Salah satu peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan bahwa dia merasakan kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik.“Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik,” katanya.
Sementara itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa Kang To merasa puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tantangan.“Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB dengan kegiatan pendirian tenda di SMKN 1 Bojonegoro. Dilanjutkan perjalanan dengan kendaraan menuju Sendang Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Sekitar pukul 09.00 WIB peserta sampai di Sendang Maibit dan langsung menjalai beberapa ujian yang menjadi persyaratan untuk dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak.
Setelah lewat tengah hari peserta wajib menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.Rute yang dilalui cukup sulit dan terjal.Peserta dihadapkan pada tantangan bahwa perjalanan mereka tanpa petunjuk apapun, kecuali peta buta.Adapun long march yang ditempuh tersebut dilanjutkan lagi menuju puncak Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Akhirnya setelah proses long march selama hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para peserta mampu mencapai Puncak Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus tempat pelantikan. Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan ujian dan dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN 1 Bojonegoro.
Pelantikan sendiri berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat. Tepat diiringi senja yang mulai datang, di bawah gagahnya kibaran bendera Merah Putih, ditambah deru angin kencang, di atas bukit, jadilah para peserta dilantik sebagai Pramuka Bantar dan Laksana Penegak.
Salah satu peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan bahwa dia merasakan kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik.“Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik,” katanya.
Sementara itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa Kang To merasa puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tantangan.“Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
1). Mencari
hubungan antara struktur teks cerita dan peristiwa yang terjadi
No.
|
Struktur teks
|
Kalimat dalam teks
|
1.
|
Orientasi
|
blokBojonegoro.com - Sesuai program kerja yang
telah disusun, maka pada hari Sabtu dan Minggu, 16-17 Mei 2015, Pramuka
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro melaksanakan ujian
sekaligus pelantikan bagi Bantara dan Laksana Penegak. Proses ujian dan
pelantikan tersebut dilaksanakan di beberapa titik tempat yang berbeda, yaitu
di SMKN 1 Bojonegoro, di Sendang Maibit Kecamatan Rengel Tuban, di Tunjungan,
Desa Gununganyar Kecamatan Soko dan pelantikan di Puncak Bulung, Desa
Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
|
2.
|
Peristiwa
|
Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang
terdiri dari kelas X dan kelas XI ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB
dengan kegiatan pendirian tenda di SMKN 1 Bojonegoro. Dilanjutkan perjalanan
dengan kendaraan menuju Sendang Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.
Sekitar pukul 09.00 WIB peserta sampai di Sendang Maibit dan langsung
menjalai beberapa ujian yang menjadi persyaratan untuk dapat dilantik sebagai
pramuka bantara dan laksana penegak.
Setelah lewat tengah hari peserta wajib menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Rute yang dilalui cukup sulit dan terjal. Peserta dihadapkan pada tantangan bahwa perjalanan mereka tanpa petunjuk apapun, kecuali peta buta. Adapun long march yang ditempuh tersebut dilanjutkan lagi menuju puncak Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Akhirnya setelah proses long march selama hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para peserta mampu mencapai Puncak Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus tempat pelantikan. Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan ujian dan dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN 1 Bojonegoro. Pelantikan sendiri berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat. Tepat diiringi senja yang mulai datang, di bawah gagahnya kibaran bendera Merah Putih, ditambah deru angin kencang, di atas bukit, jadilah para peserta dilantik sebagai Pramuka Bantar dan Laksana Penegak. Salah satu peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan bahwa dia merasakan kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik. “Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan tantangan dan akhirnya dilantik,” katanya. Sementara itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa Kang To merasa puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tantangan. “Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya. [lis] |
3.
|
Sumber Berita
|
· - Salah satu peserta yang bernama
Jihan Ayu Kelas XI APk 2
· - Pembina Pramuka di SMKN 1
Bojonegoro yang akrab disapa Kang To
|
2).Menentukan
Ciri Kebahasaan ( Keterangan ) Dalam Teks Berita
No.
|
Paragraf
|
Keterangan
|
|||||
Waktu
|
Tempat
|
Tujuan
|
Cara
|
Sebab
|
Alat
|
||
1.
|
blokBojonegoro.com
- Sesuai program kerja yang telah disusun, maka pada hari Sabtu dan
Minggu, 16-17 Mei 2015, Pramuka Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1
Bojonegoro melaksanakan ujian sekaligus pelantikan bagi Bantara dan Laksana Penegak.
Proses ujian dan pelantikan tersebut dilaksanakan di beberapa titik tempat
yang berbeda, yaitu di SMKN 1 Bojonegoro, di Sendang Maibit Kecamatan Rengel
Tuban, di Tunjungan, Desa Gununganyar Kecamatan Soko dan pelantikan di Puncak
Bulung, Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban
|
hari Sabtu
dan Minggu, 16-17 Mei 2015,
|
-SMKN 1
Bojonegoro
-di Sendang
Maibit Kecamatan Rengel Tuban
-di
Tunjungan, Desa Gununganyar Kecamatan Soko
- di
Puncak Bulung, Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban
|
melaksanakan
ujian sekaligus pelantikan bagi Bantara dan Laksana Penegak.
|
|||
2.
|
Rangkaian
kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI
ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB dengan kegiatan pendirian tenda
di SMKN 1 Bojonegoro. Dilanjutkan perjalanan dengan kendaraan menuju Sendang
Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Sekitar pukul 09.00 WIB peserta
sampai di Sendang Maibit dan langsung menjalani beberapa ujian yang menjadi
persyaratan untuk dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak.
|
pada Sabtu
pagi pukul 06.00 WIB
2.Sekitar
pukul 09.00 WIB
|
di SMKN 1
Bojonegoro.
2.Sendang
Maibit 3.Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
|
menjalani
beberapa ujian yang menjadi persyaratan untuk dapat dilantik sebagai pramuka
bantara dan laksana penegak.
|
Kendaraan
|
||
3.
|
Setelah
lewat tengah hari peserta wajib menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari
Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko,
Kabupaten Tuban. Rute yang dilalui cukup sulit dan terjal. Peserta dihadapkan
pada tantangan bahwa perjalanan mereka tanpa petunjuk apapun, kecuali peta
buta. Adapun long march yang ditempuh tersebut dilanjutkan lagi menuju puncak
Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
|
Setelah
lewat tengah hari
|
-dari
Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko,
Kabupaten Tuban
-menuju
puncak Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban
|
menempuh
perjalanan dengan berjalan kaki
|
peta buta
|
||
4.
|
Akhirnya
setelah proses long march selama hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para
peserta mampu mencapai Puncak Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus
tempat pelantikan. Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan
ujian dan dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN
1 Bojonegoro.
|
hampir 5
jam, pada pukul 17.30 WIN
|
Puncak
Bulung
2.di SMKN
1 Bojonegoro.
|
||||
5.
|
Pelantikan
sendiri berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat. Tepat diiringi senja yang
mulai datang, di bawah gagahnya kibaran bendera Merah Putih, ditambah deru
angin kencang, di atas bukit, jadilah para peserta dilantik sebagai Pramuka
Bantar dan Laksana Penegak.
|
bendera
Merah Putih
|
|||||
6.
|
Salah satu
peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan bahwa dia merasakan
kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya
dilantik. “Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan
tantangan dan akhirnya dilantik,” katanya
|
||||||
7.
|
Sementara
itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa Kang To merasa
puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tantangan.
“Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan
sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,menjadi pribadi yang
lebih baik,” tuturnya.
|
||||||
3).Menemukan
Ciri Kebahasaan (Verba Transitif) dan ( Verba Pewarta) Dalam Teks Berita
No.
|
Paragraf
|
Verba
|
|
Verba Transitif
|
Verba Pewarta
|
||
1.
|
blokBojonegoro.com
- Sesuai program kerja yang telah disusun, maka pada hari Sabtu dan Minggu,
16-17 Mei 2015, Pramuka Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro
melaksanakan ujian sekaligus pelantikan bagi Bantara dan Laksana Penegak.
Proses ujian dan pelantikan tersebut dilaksanakan di beberapa titik tempat
yang berbeda, yaitu di SMKN 1 Bojonegoro, di Sendang Maibit Kecamatan Rengel
Tuban, di Tunjungan, Desa Gununganyar Kecamatan Soko dan pelantikan di Puncak
Bulung, Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
|
Sesuai program kerja yang telah disusun, maka
pada hari Sabtu dan Minggu, 16-17 Mei 2015, Pramuka Sekolah Menengah Kejuruan
Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro melaksanakanujiansekaligus pelantikan bagi
Bantara dan Laksana Penegak.
|
|
2.
|
Rangkaian
kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI
ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB dengan kegiatan pendirian tenda
di SMKN 1 Bojonegoro. Dilanjutkan perjalanan dengan kendaraan menuju Sendang
Maibit Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Sekitar pukul 09.00 WIB peserta
sampai di Sendang Maibit dan langsung menjalai beberapa ujian yang menjadi
persyaratan untuk dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak
|
Rangkaian
kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas
XI ini dimulai pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB dengan kegiatan pendirian
tenda di SMKN 1 Bojonegoro.
menjalani
beberapa ujianyang menjadi persyaratan
untuk dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak
|
|
3.
|
Setelah
lewat tengah hari peserta wajib menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari
Sendang Maibit menuju Tunjungan di Desa Gununganyar, kecamatan Soko,
Kabupaten Tuban. Rute yang dilalui cukup sulit dan terjal. Peserta dihadapkan
pada tantangan bahwa perjalanan mereka tanpa petunjuk apapun, kecuali peta
buta. Adapun long march yang ditempuh tersebut dilanjutkan lagi menuju puncak
Bulung di Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
|
||
4.
|
Akhirnya
setelah proses long march selama hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para
peserta mampu mencapai Puncak Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus
tempat pelantikan. Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan
ujian dan dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN
1 Bojonegoro.
|
Akhirnya setelah proses long march selama
hampir 5 jam, pada pukul 17.30 WIN para peserta mampumencapai Puncak
Bulung yang menjadi tujuan akhir sekaligus tempatpelantikan.
Dari 45 peserta, akhirnya semuanya berhasil menyelesaikan ujian dan
dapat dilantik sebagai pramuka bantara dan laksana penegak di SMKN 1
Bojonegoro.
|
|
5.
|
Pelantikan
sendiri berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat. Tepat diiringi senja yang
mulai datang, di bawah gagahnya kibaran bendera Merah Putih, ditambah deru
angin kencang, di atas bukit, jadilah para peserta dilantik sebagai Pramuka
Bantar dan Laksana Penegak
|
Pelantikan sendiri
berlangsung sederhana tetapi sangat hikmat
|
|
6.
|
Salah satu
peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan bahwa dia merasakan
kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya
dilantik. “Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan
tantangan dan akhirnya dilantik,” katanya
|
Salah satu peserta yang bernama Jihan Ayu Kelas XI APk 2, menuturkan
bahwa dia merasakan kepuasan tersendiri
ketika berhasil menyelesaikan tantangan dan akhirnya
dilantik. “Ini akan jadi pengalaman saya yang luar biasa, menyelesaikan
tantangan dan akhirnya dilantik
|
menuturkan
bahwa
katanya
|
7.
|
Sementara
itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa Kang To merasa
puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tantangan.
“Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan
sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,menjadi pribadi yang
lebih baik,” tuturnya.
|
Sementara itu, Pembina Pramuka di SMKN 1 Bojonegoro yang akrab disapa
Kang To merasa puas dan bangga atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikantantangan.
“Ini semangat yang benar-benar luar biasa dari adik-adik, mereka enggan
sekali untuk mengeluh. Selamat buat adik-adik, semoga ,
|
|
Teks Berita
Bojonegoro
memang bukan daerah yang dingin, namun juga masih bisa menghasilkan luar
Bojonegoro. Kini juga telah hadir kebun sayur mayur dengan diberi nama Agro
Guna yang terletak di Jalan Ahmad Yani atau lebih tepatnya di timur SPBU sayur
mayur yang biasa ditanam di daerah dataran tinggi, bahkan hasilnya sudah mulai
merambah ke Kalianyar Kapas.
Banyak jenis sayur dan buah yang ditanam di perkebunan ini, seperti Bayam merah, Slada, Terong Sayur, Kembang Kol, Timun Baibe, Kaylan, Pepaya California, Kacang almon, Ginseng dan Buncis. Kebun dengan tanah seluas 5 hektar ini mampu menjadi salah satu pemasok hasil pertanian organik di Bojonegoro mulai dirintis sejak tahun 2012 lalu.
"Ada berbagai macam tanaman dan buah-buahan disini, sebab selama masih bisa ditanam dan bertahan maka akan ditanam di agro guna," kata salah satu penjaga, Kamto.
Dalam penanaman di Agro guna ini tanahnya tertutup plastik, kemudian di atasnya ditutupi dengan paranet.Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan nantinya muncul.Setiap minggu, hasilnya sudah bisa dipetik dan dijual di beberapa tempat swalayan yang ada disekitar Bojonegoro dan Tuban.
"Untuk sayuran organiknya, selain melayani masyarakat umum, Agro Guna lah yang menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban," imbuhya.
Meski terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Guna. Hadirnya tempat seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar sebelumnya yang belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora, maka akan tahu.
"Setiap hari ada sekitar 20 orang yang berkunjung kesini," ujar pria asal Desa Banjarrejo ini. [ifa/mu]
Banyak jenis sayur dan buah yang ditanam di perkebunan ini, seperti Bayam merah, Slada, Terong Sayur, Kembang Kol, Timun Baibe, Kaylan, Pepaya California, Kacang almon, Ginseng dan Buncis. Kebun dengan tanah seluas 5 hektar ini mampu menjadi salah satu pemasok hasil pertanian organik di Bojonegoro mulai dirintis sejak tahun 2012 lalu.
"Ada berbagai macam tanaman dan buah-buahan disini, sebab selama masih bisa ditanam dan bertahan maka akan ditanam di agro guna," kata salah satu penjaga, Kamto.
Dalam penanaman di Agro guna ini tanahnya tertutup plastik, kemudian di atasnya ditutupi dengan paranet.Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan nantinya muncul.Setiap minggu, hasilnya sudah bisa dipetik dan dijual di beberapa tempat swalayan yang ada disekitar Bojonegoro dan Tuban.
"Untuk sayuran organiknya, selain melayani masyarakat umum, Agro Guna lah yang menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban," imbuhya.
Meski terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Guna. Hadirnya tempat seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar sebelumnya yang belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora, maka akan tahu.
"Setiap hari ada sekitar 20 orang yang berkunjung kesini," ujar pria asal Desa Banjarrejo ini. [ifa/mu]
1).Mencari
hubungan antara struktur teks cerita dan peristiwa yang terjadi
No.
|
Struktur Teks
|
Kalimat Dalam Teks
|
1.
|
Orientasi
|
blokBojonegoro.com
- Bojonegoro memang bukan daerah yang dingin, namun juga masih bisa
menghasilkan sayur mayur yang biasa ditanam di daerah dataran tinggi, bahkan
hasilnya sudah mulai merambah ke luar Bojonegoro. Kini juga telah hadir kebun
sayur mayur dengan diberi nama Agro Guna yang terletak di Jalan Ahmad Yani
atau lebih tepatnya di timur SPBU Kalianyar Kapas.
|
2.
|
Peristiwa
|
Banyak
jenis sayur dan buah yang ditanam di perkebunan ini, seperti Bayam merah,
Slada, Terong Sayur, Kembang Kol, Timun Baibe, Kaylan, Pepaya California,
Kacang almon, Ginseng dan Buncis. Kebun dengan tanah seluas 5 hektar ini
mampu menjadi salah satu pemasok hasil pertanian organik di Bojonegoro mulai
dirintis sejak tahun 2012 lalu.
"Ada berbagai macam tanaman dan buah-buahan disini, sebab selama masih bisa ditanam dan bertahan maka akan ditanam di agro guna," kata salah satu penjaga, Kamto. Dalam penanaman di Agro guna ini tanahnya tertutup plastik, kemudian di atasnya ditutupi dengan paranet. Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan nantinya muncul. Setiap minggu, hasilnya sudah bisa dipetik dan dijual di beberapa tempat swalayan yang ada disekitar Bojonegoro dan Tuban. "Untuk sayuran organiknya, selain melayani masyarakat umum, Agro Guna lah yang menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban," imbuhya. Meski terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Guna. Hadirnya tempat seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar sebelumnya yang belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora, maka akan tahu. "Setiap hari ada sekitar 20 orang yang berkunjung kesini," ujar pria asal Desa Banjarrejo ini. [ifa/mu] |
3.
|
Sumber
Berita
|
· salah satu penjaga, Kamto
· Kontributor: Maratus Shofifah
|
2).
Menemukan Ciri Kebahasaan ( Keterangan ) Dalam Teks Berita
No.
|
Paragraf
|
Keterangan
|
|||||
Waktu
|
Tempat
|
Tujuan
|
Cara
|
Sebab
|
Alat
|
||
1.
|
blokBojonegoro.com
- Bojonegoro memang bukan daerah yang dingin, namun juga masih bisa
menghasilkan sayur mayur yang biasa ditanam di daerah dataran tinggi, bahkan
hasilnya sudah mulai merambah ke luar Bojonegoro. Kini juga telah hadir kebun
sayur mayur dengan diberi nama Agro Guna yang terletak di Jalan Ahmad Yani
atau lebih tepatnya di timur SPBU Kalianyar Kapas
|
-Bojonegoro
-di Jalan
Ahmad Yani atau lebih tepatnya di timur SPBU Kalianyar Kapas
|
|||||
2.
|
Banyak
jenis sayur dan buah yang ditanam di perkebunan ini, seperti Bayam merah,
Slada, Terong Sayur, Kembang Kol, Timun Baibe, Kaylan, Pepaya California,
Kacang almon, Ginseng dan Buncis. Kebun dengan tanah seluas 5 hektar ini
mampu menjadi salah satu pemasok hasil pertanian organik di Bojonegoro mulai
dirintis sejak tahun 2012 lalu.
|
sejak
tahun 2012 lalu.
|
-di
perkebunan
-di
Bojonegoro
|
||||
3.
|
"Ada
berbagai macam tanaman dan buah-buahan disini, sebab selama masih bisa
ditanam dan bertahan maka akan ditanam di agro guna," kata salah satu
penjaga, Kamto.
|
di agro
guna
|
|||||
4.
|
Dalam
penanaman di Agro guna ini tanahnya tertutup plastik, kemudian di atasnya
ditutupi dengan paranet. Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan
nantinya muncul. Setiap minggu, hasilnya sudah bisa dipetik dan dijual di
beberapa tempat swalayan yang ada disekitar Bojonegoro dan Tuban.
|
di Agro
guna
|
penanaman
di Agro guna ini tanahnya tertutup plastic, , kemudian di atasnya
ditutupi dengan paranet. Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan
nantinya muncul
|
plastik
paranet
|
|||
5.
|
"Untuk
sayuran organiknya, selain melayani masyarakat umum, Agro Guna lah yang
menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban," imbuhya.
|
selain
melayani masyarakat umum,menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban
|
|||||
6.
|
Meski
terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah mampu
menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Guna. Hadirnya tempat
seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar sebelumnya yang
belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora,
maka akan tahu.
|
3
tahun lalu
|
sudah
mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Gun
|
Hadirnya
tempat seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar
sebelumnya yang belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti
Pepaya calnifora, maka akan tahu.
|
|||
7.
|
"Setiap
hari ada sekitar 20 orang yang berkunjung kesini," ujar pria asal Desa
Banjarrejo ini. [ifa/mu]
|
||||||
3).
Menemukan Ciri Kebahasaan ( Verba Transitif ) dan ( Verba Pewarta ) Dalam Teks
Berita
No.
|
Paragraf
|
Verba
|
|
Verba Transitif
|
Verba Pewarta
|
||
1.
|
blokBojonegoro.com
-Bojonegoro memang bukan daerah yang dingin, namun juga masih bisa
menghasilkan sayur mayur yang biasa ditanam di daerah dataran tinggi, bahkan
hasilnya sudah mulai merambah ke luar Bojonegoro. Kini juga telah hadir kebun
sayur mayur dengan diberi nama Agro Guna yang terletak di Jalan Ahmad Yani
atau lebih tepatnya di timur SPBU Kalianyar Kapas.
|
Bojonegoro
memang bukan daerah yang dingin, namun juga masih bisa menghasilkan sayur
mayur yang biasa ditanam di daerah dataran tinggi, bahkan hasilnya sudah
mulaimerambah ke luar Bojonegoro. Kini juga telah hadir kebun
sayur mayur dengan diberi nama Agro Guna yang terletak di Jalan Ahmad Yani
atau lebih tepatnya di timur SPBU Kalianyar Kapas
|
|
2.
|
Banyak jenis sayur dan buah yang ditanam di perkebunan ini, seperti Bayam merah, Slada, Terong Sayur, Kembang Kol, Timun Baibe, Kaylan, Pepaya California, Kacang almon, Ginseng dan Buncis. Kebun dengan tanah seluas 5 hektar ini mampu menjadi salah satu pemasok hasil pertanian organik di Bojonegoro mulai dirintis sejak tahun 2012 lalu. |
||
3.
|
"Ada
berbagai macam tanaman dan buah-buahan disini, sebab selama masih bisa
ditanam dan bertahan maka akan ditanam di agro guna," kata salah satu
penjaga, Kamto.
|
kata salah satu penjaga, Kamto
|
|
4.
|
Dalam
penanaman di Agro guna ini tanahnya tertutup plastik, kemudian di atasnya
ditutupi dengan paranet. Di sela-sela paranet itulah dahan-dahan tumbuhan
nantinya muncul. Setiap minggu, hasilnya sudah bisa dipetik dan dijual di
beberapa tempat swalayan yang ada disekitar Bojonegoro dan Tuban
|
||
5.
|
"Untuk
sayuran organiknya, selain melayani masyarakat umum, Agro Guna lah yang
menyuplai sayuran di sebuah swalayan Samudra, Tuban," imbuhya.
|
Untuk
sayuran organiknya, selainmelayanimasyarakat umum, Agro Guna lah yangmenyuplai sayuran
di sebuah swalayan Samudra, Tuban
|
imbuhya.
|
6.
|
Meski
terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah mampu
menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Agro Guna. Hadirnya tempat
seperti ini memang di khususkan untuk warga Bojonegoro, agar sebelumnya yang
belum mengetahui jenis tanaman dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora,
maka akan tahu.
|
Meski
terbilang baru, namun tempat yang baru berdiri 3 tahun lalu ini, sudah
mampu menarikminat masyarakat untuk berkunjung ke
Agro Guna. Hadirnya tempat seperti ini memang di khususkan untuk warga
Bojonegoro, agar sebelumnya yang belummengetahui jenis tanaman
dan tumbuh-tumbuhan seperti Pepaya calnifora, maka akan tahu
|
|
7.
|
"Setiap
hari ada sekitar 20 orang yang berkunjung kesini," ujar pria asal Desa
Banjarrejo ini. [ifa/mu]
|
Setiap
hari ada sekitar 20 orang yang berkunjungkesini.
|
ujar pria asal Desa Banjarrejo
ini.
|











